Telp: 085705173335 Rental Mobil Harian, Mingguan, Bulanan Dan Tahunan, Terbaik, Terbesar dan Terpercaya Di Kalimantan Selatan

order_wa-1140x380

Tinggalkan Email Dan Dapatkan Diskon 25%

Jumat, 10 November 2017

Kebiasaan Masyarakat Banjarmasin Yang Bernilai Budaya

Urang Banjar mengembangkan sistem budaya, sistem sosial dan material budaya yang berkaitan dengan religi, melalui berbagai proses adaptasi, akulturasi dan assimilasi. Sehingga nampak terjadinya pembauran dalam aspek-aspek budaya. Meskipun demikian pandangan atau pengaruh Islam lebih dominan dalam kehidupan budaya Banjar, hampir identik dengan Islam, terutama sekali dengan pandangan yang berkaitan dengan ke Tuhanan (Tauhid), meskipun dalam kehidupan sehari-hari masih ada unsur budaya asal, Hindu dan Budha.

1. Religi
Liat saja disetiap kampung dari hilir sungai hingga hulu sungai yang namanya langgar atau mushola hampir tiap 10 meter, Mesjid juga dimana-mana ada. Orang Banjar sangat menghormati ulama, guru agama. Dulu gadis2 banjar pantang keluar rumah dengan kepala terbuka kalo ngga pake kerudung minimal ditutupi handuk kalo mau pergi ke warung. Cowok yang pengen ngelamar sama ceweknya ditanya Bapaknya sang cewek apa? Kamu sholat 5 waktu? Bisa mengaji? Bisa mengucapkan syahadat? pake diuji dulu kalo gagal, lamaran ditolak!…he…he..Dan kuota Haji bobol, Haji plus aja antriannya panjang banget, apalagi Haji biasa sekarang orang kalo ada rejeki lebih cuma satu yg kepikir Umroh! Kemudian berkaitan dengan religi dibanjar juga ada tradisi Baayun Maulud,
Yaitu merupakan kebudayaan suku Banjar yang merupakan perpaduan antara tradisi nenek moyang suku Banjar dengan Islam. Tradisi baayun merupakan kegiatan adat mengayun bayi atau anak yang diiringi dengan nyanyian-nyanyian syair shalawat Nabi. Pada mulanya tradisi ini bernama Baayun anak, tradisi baayun anak dilakukan pada anak yang berusia bayi hingga balita. Namun seiring dengan masuknya budaya Islam maka tradisi baayun anak diselenggarakan secara massal pada bulan Maullid untuk menyambut hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Oleh sebab itu kemudian tradisi ini disebut dengan tradisi baayun mulud. Pelaksanaan tradisi ini biasanya dipimpin oleh seorang tokoh ulama yang memimpin prosesi bersyair shalawat. Biasanya diiringi juga oleh kesenian musik rebana.
Nah itu satu dulu yang kami bagikan berkenaan dengan kebiasaan masyarakat banjarmasin yang menjadi budaya


SALAM 
order_wa-1140x380